Rabu, 16 April 2014
Loading
Home   »   Berita   »   Liputan

Potensi Wisata Harus Dikembangkan di Kalteng

2012-05-09
Potensi Wisata Harus Dikembangkan di Kalteng
Palangkaraya, WisatanewsCom – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Kalimantan Tengah (Kalteng) Hamdhani meminta pemerintah daerah itu mengembangkan potensi pariwisata, jangan hanya terpusat pada pemanfaatan sumber daya alam (SDA) sektor pertambangan dan perkebunan.
 
"Meski SDA cukup besar, khususnya bidang pertambangan dan perkebunan, pemerintah daerah sebaiknya juga mengembangkan bidang pariwisata. Sebab, tidak sedikit wisatawan asing datang hanya untuk melihat orang hutan dan kelestarian hutan Kalteng," kata Hamdhani di Palangka Raya, Selasa.
 
Dengan dilakukan penggalian potensi pariwisata maka kemungkinan majunya perekonomian masyarakat akan lebih cepat. Ini penting karena bila wisatawan lokal atau asing datang, perputaran uang juga akan lebih besar di masa mendatang.
 
Ia mengatakan, potensi SDA di Kalteng itu harus menyejahterakan masyarakat sekitar. Meski sampai saat ini bidang pertambangan dan perkebunan mulai maju, namun tidak banyak warga yang merasakan hasilnya secara langsung.
 
"Alasan kenapa bidang pariwisata harus lebih dikembangkan, ketika kami memfasilitasi Junior Chamber International Association of south East Asean Nation (JCI ASEAN) rapat di Kalteng, mereka cukup tertarik dengan kelestarian hutan dan orangutan," katanya.
 
Namun karena minimnya sarana dan prasarana yang tersedia, maka kalangan JCI ASEAN batal mengunjungi lokasinya yang harus ditempuh selama delapan jam, tambahnya.
 
Beberapa waktu sebelumnya, Presiden JCI ASEAN 2012 asal Filipina, Arturo Douglas Nazareno, mengungkapkan bahwa Kalteng memiliki potensi pariwisata yang cukup bagus, hanya saja pengemasan yang dilakukan pemerintah daerah belum maksimal.
 
"Kami tertarik dengan orangutan dan kelestarian hutan. Namun ketika ingin mengunjungi objek wisata yang ditawarkan kami menolak, sebab untuk melihat orangutan yang hidup di alam liar harus menempuh perjalanan delapan jam, itu sangat melelahkan," ucap Dauglas.
 
Selain itu, Kalteng juga kurang menjaga kebersihan lingkungan. Masih banyak sampah bertebar di jalan. Bahkan kondisi sungai juga sangat kotor. Hal itu cukup memprihatinkan dan mungkin tidak akan ada wisatawan yang berminat melihat pemandangan tersebut.
 
Sementara itu, mantan Presiden JCI ASEAN 2011 asal Indonesia Yugi Prayanto menambahkan, pemerintah daerah jangan hanya selalu memikirkan pembangunan fisik, masalah lingkungan dan objek wisata juga harus diperhatikan karena itu salah satu potensi daerah.
 
"Kelestarian lingkungan di Kalteng kini menjadi sorotan dunia sehingga pemerintah daerah dan masyarakat harus mendukung secara penuh mengenai masalah tersebut, khususnya bidang kebersihan seperti membuang sampah sembarangan," katanya.
 
 
Sumber. ANTARA