Minggu, 20 April 2014
Loading
Home   »   Pesona Indonesia   »   Jalan-jalan

Cagar Alam Krakatau, Warisan Alam Dunia Yang Eksotis

2012-05-07
Cagar Alam Krakatau, Warisan Alam Dunia Yang Eksotis
Pandeglang, WisatanewsCom – Jika Anda mengunjungi Taman nasional Ujung Kulon, maka sebaiknya Anda juga menyambangi Cagar Alam Laut Kepulauan Krakatau
 
Cagar alam ini terletak di Selat Sunda antar ujung barat Pulau Jawa dan ujung selatan pulau Sumatera.
 
Cagar Alam ini merupakan perluasan cagar alam pulau Krakatau yang luasnya semula 2405,1 Ha. Berdasarkan surat keputusan Menteri Kehutanan No; 85/Kpts-II/1990 tgl 26 Februari 1990, luas cagar alam tersebut menjadi 13.735,1 Ha.
 
Cagar Alam Krakatau merupakan asset nasional, dan telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Alam Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991.
 
Pembagian musim di wilayah ini adalah musim kemarau pada bulan April-Agustus dan musim penghujan pada bulan September-Maret. Jadi sebaiknya, Anda mengunjungi Cagar Alam ini pada bulan Maret-Juni.
 
Banyak potensi yang bisa Anda nikmati jika menyambangai Cagar Alam ini, Kawasan ini mempunyai daya tarik bagi ilmuan karena kawasan ini dapat berfungsi sebagai laboratorium alami untuk mempelajari pengetahuan alam, geografi, vulkanologi, dan biologi.
 
Objek wisata yang dapat Anda nikmati adalah Pulau Sertung, dimana Anda bisa berselancar, menyelam dan berenang sembari menikmati pemandangan langsung aktivitas vulkanologis anak Krakatau dari arah barat.
 
Pualu Krakatau Besar, di pulau ini dapat dilakukan kegiatan menyelam dan panjat tebing dengan tingkat kesulitan yang menantang adrenalin. Sedang di Pulau Krakatau Kecil, Anda pencinta Dunai Selam bisa menikmati biota laut yang sangat menarik.
 
Terakhir, adalah Pulau Anak Krakatau, yaitu pulau yang muncul akibat adanya letusan pada tahun 1883. Pada umumnya pulau ini dijadikan tujuan utama untuk kegiatan wisata maupun penelitian.
 
Biota laut yang berada di kepulauan Krakatau, diantaranya adalah ikan hias kurang lebih ada 54 species, diantaranya 7 jenis ikan kepe-kepe yang merupakan merupakan indikator atas keutuhan terumbu karang diperairan setempat. Sedangkan jenis yang dominan adalah famili Chaetodontidae.
 
Dari hasil pengamatan dapat diketahui bahwa Pulau Krakatau Besar memiliki penyebaran jenis ikan hias yang tinggi dibandingkan di tiga pulau lainnya.
 
Pulau Anak Krakatau sangat miskin ikan hias, hal ini disebabkan suhu perairan di pulau ini terlalu tinggi dan diluar batas toleransi hidup binatang karang. Keadaan ini dipengaruhi oleh aktivitas magma Gunung Anak Krakatau yang masih aktif.
 
Untuk mencapai Cagar Alam ini dengan menggunakan kendaraan pribadi,  Jakarta - Serang (1 1/2 jam via jalan Tol), Serang - Pandeglang - Labuan (1 1/2 jam) atau Jakarta - Cilegon (2 jam via jalan Tol), Cilegon - Labuan (1 jam) atau Bogor - Rangkasbitung - Pandeglang - Labuan (4 jam).
 
Setelah mencapai Pulau Sibesi di Taman nasional Ujung Kulon, Anda bisa menaiki Kapal Motor Nelayan sekitar dua jam.(Man)